6 Sinyal dari Rambut yang Menunjukan Kondisi Kesehatanmu

Jakarta – Kita sering memperhatikan kondisi rambut di cermin, apakah tampak sehat, berkilau, atau rontok? namun, rambut bukan sekedar mahkota penampilan. Rambutmu juga bisa memberi tanda tentang kondisi kesehatan tubuhmu.

Baca Juga: Manfaat Sering Minum Air Putih

Penelitian menunjukan perubahan pada warna, tekstur, atau ketebalan rambut bisa jadi tanda terkait kesehatan, pengaruh genetik, stres, atau kekurangan nutrisi. BErikut enam hal yang perlu di perhatikan.

1. Rambut Beruban karena Stress dan Faktor Genetik

Rambun beruban atau slot depo 10k dalam istilah kedokteran di sebut canities adalah hal yang alami seiring bertambahnya usia. Rambut berwarna putih terjadi karena folikel rambut makin sedikit memproduksi warna. Namun, penelitian juga menemukan sress bisa mempercepat proses rambut beruban dengan menyebabkan kerusakan DNA. Stress juga bisa membuat rambut rontok. Selain itu, oxidative stress, kondisi ketika molkeul berbahaya merusak sel dan jaringan tubuh, juga berperan dalam munculnya uban.

“Oxidative stress atau saat radikal bebas merusak perbaikan tubuh dapat mempengaruhi sel yang memproduksi pigmen.” Kata Parad mirmirani, dokter kulit dari Parmenente Medical Group di vallejo, California Amerika Serikat. Faktor genetik juga punya pengaruh besar terhadap waktu sesorang mulai beruban. MEnurut penelitian, beberapa gen berperan dalam proses ini. Jadi jika orang tuamu beruban di usia tertentu, kemungkinan kamu juga akan mengalaminya di usia yang sama.

2. Rambut Rapuh Bisa Jadi Tanda Sindrom Cushing

Rambut yang kering dan mudah patah bisa jadi gejala Sindrom Cushing, kondisi langka yang bisa di sebabkan oleh kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi di dalam tubuh. Mirmirani slot thailand menyebutkan, Gejala sindrom Cushing biasanya tidak hanya pada rambut. penderitanya juga bisa mengalami tekanan darah tinggi, mudah memar, kelelahan, dan nyeri punggung.

3. Rambut Menipis Bisa Jadi Gejala PEnyakit Tiroid

Rambut yang makin tipis atau mudah rontok bisa berkaitan dengan hipotiridisme, kondisi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup hormon tiroid. Kekurangan hormon in dapat memperlambat proses metabolisme dan mempengaruhi pertumbuhan rambut.

Sekitar 4,6% orang di Amerika Serikat berusia 12 tahun ke atas mengalami hipotirodisme, meski sebagian besar dalam tingkat ringan. Gejalanya antara lain kulit kering, berat badan naik, bicara melambat, nyeri leher, tenggorokan terasa nyeri, dan lidah yang membesar.

4. Rambut Rontok Bisa Menandakan Anemia

Rambut yang rontok berlebihan bisa menandakan anemia defisiensi zat besi, kondisi di mana tubuh kekurangan slot pulsa tanpa potongan sel darah merah sehat. Mirmarani mengatakan ia lebih sering menyarankan tes anemia pada perempuan dengan menstrausi berat atau orang yang menjalani pola makan vegetarian, karena keduanya beresiko kekurangan zat besi.

Belum di ketahui secara pasti mengapa kekurangan zat besi bisa memicu kerontokan, namun zat besi juga berperang penting dalam proses biologis, termasuk pertumbuhan rambut. ” Jika Dokter menemukan kamu kekurangan zat besi, meningkatkan asupan makanan kaya zat besi atau mengonsumsi suplemen bisa membantu,” jelas Rebecca Baxt, dokter kulit di Paramus, New Jersy/Amerika Serikat.

5. Kekurangan Protein Bisa Bikin Rambut Tipis dan Rontok

Protein adalah komponen paling penting untuk pertumbuhan dan kekuatan rambut. Kekurangan protein bisa menyebabkan rambut rontok atau kehilangan volume. Sumber protein yang baik termasuk yogurt tanpa lemak, lentil, telur, dan ikan salmon liar.

Namun, orang yang mengalami masalah pencernaan atau baru menjalani operasi bypass lambung bisa kesulitan menyerap protein. Dalam kasus ini, konsultasikan dengan dokter sebelum mengubah pola makan.

6. Serpihan Putih atau Kuning Bisa Menandakan Ketombe

Ketombe muncul sebagai serpihan putih atau kuning mahjong slot di kulit kepala dan bahu. Kondisi ini biasanya di sebabkan oleh dermatiris seoboroik, peradangan kulit yang menghasilkan sisik berminyak, ruam, dan rasa gatal.

Penyebab lainnya bisa termasuk jamur malasezzia, kulit kepala kering, psoriasis, eksim, atau reaksi terhadap produk rambut tertentu. Ketombe biasanya tidak berbahaya dan dapat di atasi dengan sampo anti ketombe atau resep dokter.